Manfaat dan Dampak Penggunaan AC




Manfaat dan Dampak Penggunaan AC - Air conditioner , mesin pendingin ruangan atau yang biasa kita kenal dengan AC, ternyata tidak hanya befungsi untuk menjaga suhu pada ruangan tetap sejuk dan tidak pengap. Namun, juga mampu meningkatkan  kualitas udara dalam ruangan dan bisa mengurangi gejala dari penyakit Asma dan alergi lainnya.

Saat ini AC merupakan suatu alat yang sangat diperlukan atau bahkan masuk kedalam kategori kebutuhan pokok bagi mereka yang tinggal didaerah tropis dan perkotaan dimana udaranya cenderung panas , terutama ketika musim kemarau datang.

Selain berfungsi sebagai mesin pendingin ruangan dan meningkatkan kualitas udara, ternyata AC juga bisa menimbulkan beberapa resiko bagi kesehatan , terutama jika AC tersebut tidak dirawat dan dibersihkan dengan benar.

Disisi lain, AC yang senantiasa dirawat dan dibersihkan dengan baik, bisa memberikan kualitas udara yang baik dan tentunya sangat baik untuk kesehatan. Maka mari kita simak penjelasan tentang manfaat dan resiko AC untuk kesehatan.


Manfaat Penggunaan AC : 

  • Melindungi dari Panas dan Dehidrasi.

Panas yang berlebihan dapat menyebabkan stroke panas, dimana tubuh tidak dapat mengatur suhu dengan baik. Jika tidak segera ditangani, stroke panas ini dapat merusak otak dan organ vital lainnya. AC bisa membantu mencegah terjadinya stroke panas dengan jalan menurunkan suhu udara.

Dehidrasi adalah masalah lain yang berhubungan dengan panas yang berlebihan. Berkeringat berlebih karena suhu yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi. AC bisa meminimalkan resiko dehidrasi dengan cara meminimalkan panas pada suhu udara yang menyebabkan berkurangnya keringat serta kehilangan banyak cairan.

  • Meningkatkan Produktivitas.
Dengan suhu panas yang tak tertahankan, AC akan membantu mengurangi kelelahan yang berhubungan dengan panas dan stress. Dengan adanya AC yang menyejukkan, maka akan meningkatkan produktivitas kerja.

Panas yang ekstrim bisa menimbulkan efek negatif pada aktivitas fisik dan kecerdasan. AC akan meningkatkan kinerja dengan menyediakan lingkungan kerja yang sejuk dan nyaman. Selanjutnya, dapat membantu anda untuk bisa tidur dengan nyaman dan dengan demikian anda akan terhindar dari kelelahan dan masalah lain terkait dari kurang  tidur.

  • Meningkatkan Kualitas Udara Dalam Ruangan.

AC membantu meningkatkan kualitas udara dalam ruangan secara signifikan. AC pada umumnya dapat menyaring debu, serbuk sari, dan alergi dari lingkungan lainnya. Selain itu, akan mengontrol pertumbuhan jamur dan lumut dengan cara mengurangi tingkat kelembaban.

Didaerah dengan kualitas udara yang buruk, AC dapat menciptakan suasana yang bersih dan sehat.


  • Membantu Mengurangi Asma dan Alergi.

AC akan menyaring dan mensterilkan udara yang kita hirup, sehingga dapat membantu mengurangi Asma dan Alergi. Dengan cara menghilangkan debu dan serbuk sari, serta menghambat pertumbuhan jamur dan lumut, AC dapat membantu mensterilkan udara disekitar anda.

Paparan spora jamur merupakan salah satu dari sekian banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya resiko reaksi alergi, Asma dan masalah pernafasan lainnya.

Penggunaan AC yang benar adalah dengan cara menutup jendela , pintu atau lainnya agar bisa mencegah masuknya debu, bakteri dan alergen lingkungan. Hal ini bisa bermanfaat bagi orang yang menderita alergi lingkungan dan Asma.


Setelah menjelaskan tentang manfaat AC, berikut saya jelaskan tentang resiko dan efek samping penggunaan AC atau Dampak Negatif AC bagi kesehatan.


Dampak Negatif Penggunaan AC :
  • Kulit Menjadi Kering.
Menghabiskan waktu berjam-jam dilingkungan ber-AC dapat menyebabkan kekeringan dan iritasi pada selaput lendir. Kulit juga bisa kehilangan kelembaban alaminya dan menjadi kering dan sensitif.

Tips : gunakanlah pelembab, dan sering sering membasahi kulit anda.


  • Memperburuk Penyakit Pernafasan.
Perubahan mendadak pada suhu dan kelembaban udara bisa memperbutuk gejala beberapa penyakit pernafasan.

Tips : Masalah ini sebagian besar dapat dihindari dengan cara menetapkan Thermostat ke suhu yang lebih tinggi dan kemudian secara bertahap dikurangi ketingkat nyaman.


  • Infeksi Saluran Pernafasan.
Paparan berlebihan pada udara yang dingin dari AC dapat menyebabkan masalah sinus, flu, sakit tenggorokan dan gejala lainnya. Beberapa AC bahkan tidak dapat melembabkan udara, namun malah menyebabkan udara menjadi sangat kering. Udara yang kering tersebut dapat menyebabkan iritasipada lapisan mulut dan hidung.

Filter udara pada AC jika kotor dan tidak dibersihkan secara teratur akan mengakibatkan berkumpulnya debu, serbuk sari dan bakteri, yang akan disirkulasikan kembali kedalam ruangan. Hal ini dapat meningkatkan resiko infeksi saluran pernafasan.

Tips : bersihkan filter AC secara teratur, tidak harus menunggu 1-3 bulan, bersihkan 1-2 minggu sekali.


  • Sick Building Syndrome.
Sick Building Syndrome” lebih sering terlihat pada bangunan yang menggunakan sistem pendingin udara, tetapi tidak memiliki ventilasi yang tepat. Bangunan dimana orang sering mengalami gejala seperti kesulitan bernafas, iritasi pada kulit dan selaput lendir, sakit kepala, dan kelelahan yang berlebihan. Secara kolektif akan disebut “Sick Building Syndrome”.

 Hal ini diyakini bahwa sindrom yang aneh ini mungkin disebabkan oleh jamur dan mikro organisme lainnya yang menumpuk pada sistem pendingin udara dan kemudian beredar di udara yang kita hirup.

Tips :letakan Ventilasi ditempat yang tepat jauh dari tempat yang kotor,

  • Penyakit Legionnaire.
Penyakit ini adalah sejenis pneumonia yang disebabkan oleh bakteri legionella. Salah satu maslah utama pada kesehatan terkait dengan AC adalah bahwa air hangat yang ditemukan dalam sistem AC central( Terutama di hotel dan rumah sakit) bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri ini.

Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah batuk, nyeri tubuh, demam tinggi dan menggigil, kelelahan, sakit kepala. Jika tidak dionati dengan tepat pada waktunya , penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan jiwa.


  • Berat Badan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh biostatisticians di University of Alabama di Birmingha, mengamati bahwa AC dapat menyebabkan peningkatan berat badan.
Menurut studi ini, ketika kita menggunakan AC untuk menjaga suhu rumah yang konstan, maka tubuh kita tidak perlu lagi untuk mengeluarkan energi atau membakar kalori untuk menyesuaikan diri dengan perubahan suhu lingkungan. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan naiknya berat badan.

  • Tidak Ramah Lingkungan.
Kebanyakan AC menggunakan Freon atau CFC, yang dimana bisa menyebabkan penipisan lapisan ozon. Namun, pada AC generasi baru dikenal bisa meminimalisir dampak dari pelapisan ozon.


  • Kelumpuhan Wajah.
Kelumpuhan pada wajah bisa terjadi pada seisi wajah kita. Penyakit ini yang dinamakan dengan Bell’s Plasy mengakibatkan pembengkakan pada syaraf wajah. Adapun gejalanya adalah sebagai berikut :
  1. Mata terasa pedih jika terkena air
  2.  Susah berkumur
  3. Mulut menjadi miring
  4. Berbicara seperti orang struk
  5. Fungsi pengecapan mulai berkurang

Penyakit ini banyak menyerang di usia remaja dan dewasa. Penemuan menyatakan bahwa penyebab terjadinya penyakit ini adalah infeksi virus udara atau angin.

Penggunaan AC turut membantu penyebaran infeksi penyakit menular ini.
Tips : Bersihkan secara rutin AC anda

  • Tortikolis ( Gangguan Otot Leher).

Tortikolis adalah gangguan pada otot leher yang mengakibatkan kepala terlihat miring kesamping selain membuat penderita seperti itu, tortikolis juga menyebabkan gejala :

  1. Terbatasnya gerakan kepala
  2.  Kaku otot leher
  3. Sakit leher
  4. Bengkak otot leher
  5.  Sakit kepala
  6. Tremor kepala
  7.  Salah satu sisi bahu terlihat lebih tinggi.


Salah satu pemicu dari tortikolis adalah saat kita tidur dalam kondisi dingin. Jika sudah kondisi begini , salah satu penyembuhannya adalah dengan suntikan di leher dan memberikan obat anti radang.

Tips : atur suhu AC anda agar nyaman (Tidak terlalu dingin ataupun panas). Bisa juga menggunakan timer agar AC otomatis mati ketika jam 12 malam, dimana suhu sedang dingin-dinginya.


  • Bahu Beku (Frozen Shoulder).

Frozen Shoulder atau bahu beku juga timbul saat kita bangun tidur di pagi hari. Penderita akan mengalami rasa nyeri pada bagian bahu sampai lengan. Saat tangan digerakan akan terasa sakit.

Penderita akan kesulitan melakukan aktivitas yang membutuhkan gerakan mengangkat tangan, karena akan terasa sakit sekali. Penyakit ini juga disebabkan karena anda tidur di ruangan yang kelewat dingin.

Penyembuhan penyakit ini bisa dilakukan dengan terapi pemanasan atau bisa juga di injeksikan obat anti radang. Berolah raga ringan pun turut membantu otot bahu menjadi lebih rileks.

Tips : kurang lebih sama dengan tortikolism dengan  mengatur suhu AC anda agar nyaman (Tidak terlalu dingin ataupun panas). Bisa juga menggunakan timer agar AC otomatis mati ketika jam 12 malam, dimana suhu sedang dingin-dinginya.
  
  • Syndrome Carpal Tunnel.

Gejala dari syndrome ini adalah kesemutan dari rasa nyeri pada tangan, terutama pada jari-jari tangan. Penyakit ini disebabkan oleh adanya pembengkakan syaraf pada pergelangan tangan.

Gejala ini pun akan sangat terasa jika kita berada pada ruangan ber AC yang terlalu dingin.
Tips : atur suhu ruangan anda agar nyaman tanpa merasa terlalu dingin.


  • Mudah Lelah. 

Kita juga  berpotensi menjadi mudah lelah dikarenakan saat kita berada diruangan berAC kita menjadi kurang menghirup udara segar alami.

Saat terlalu lama didalam ruangan , bahaya AC pada sebagian orang akan menyebabkan rasa mual, gangguan syaraf, serta disertai sakit kepala bahkan depresi.


  • Sesak Nafas.

AC sebagai pengatur udara tentu berpengaruh bagi sistem pernapasan kita yang sangat terkait dengan kondisi udara disekitar kita.

Perlu kita ketahui bahwa AC memiliki kandungan zat kimia seperti p-dichlorobenzene dan formaldehida. Kandungan kimia tersebut memicu penyakit pernafasan seperti rasa sesak di dada atau Asma.


  • Gangguan Reproduksi.

AC pun mengandung senyawa phthalates, merupakan senyawa asam phtalic. Jika zat ini berinteraksi terlalu lama dengan tubuh kita, dapat menyebabkan masalah pada sistem reproduksi kita.


  • Kekebalan Tubuh Menurun.


Kita tahu bahwa sel-sel imun kita akan berperan sangat aktif ketika kita berada di dalam kondisi udara yang lembab. Sel-sel imun akan semakin efektif membunuh virus dan bakteri saat kondisi lembab.

Namun sayangnya AC yang memiliki humfilder justru membuat kondisi udara menjadi kering. Ini justru akan mengancam sistem pertahanan alami tubuh.


  • Mempermudah Penularan Virus, Kuman dan Bakteri.

Ini dikarenakan, ruangan yang selalu terturup dan minimnya sirkulasi udara dalam ruangan ber-AC. Sehingga jika ada seseorang yang sakit, maka akan mudah sekali menularkannya pada orang lain didalam satu ruangan yang sama.

Menyebabkan Beberapa Alergi Yang Sering Di Alami. Sirkulasi udara yang buruk diruangan yang ber-AC akan menyebabkan keluhan berbagai alergi. Karena debu yang terperangkap dan kualitas udara yang buruk di dalam ruangan ber-AC tersebut.




Nah, demikian Manfaat dan Dampak Penggunaan AC yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi sumber refrensi kita agar kita senantiasa bisa menjaga kesehatan.Terima Kasih.
Sumber


Cara Merawat AC

Cara Merawat AC -  Menjadi bagian dari generasi “Do it yourself” (DIY)  memiliki banyak keuntungan dan juga manfaat untuk anda, salah satu dari sekian banyak keuntungan tersebut adalah dapat menghemat biaya atau pengeluaran anda secara signifikan.
Apakah anda ingin menjadi bagian dari generasi mandiri? Apakah anda mampu mengerjakan pekerjaan tanpa menggantungkan diri pada orang lain? Tentu bisa, dengan niat dan usaha semua pasti dapat anda lakukan, Nothing Is Impossible!.

Pertama-tama yang anda harus mulai lakukan adalah memulai dari hal kecil dan yang paling sederhana, diantaranya adalah dengan memilih alat  elektronik yang kuat, awet dan gampang dalam hal perawatannya, sehingga anda tidak harus memanggil teknisi saat akan memperbaiki maupun membersihkannya. Namun terkadang jika memang diluar kemampuan anda, haruslah memangggil teknisi yang berpengalaman untuk mengatasi masalah anda.

AC (Air Conditioner) memiliki banyak sekali pilihan, dimuali dari desain, fitur,d an harganya. Dimana semua itu tentunya saling berkaitan satu sama lain. Nah, sebagai seorang yang mandiri, maka anda harus cermat dalam memilih AC dengan agar sesuai kemauan anda, begitupula dengan perawatan yang relatif mudah dan efektif.

Lalu? Bagaimana cara merawat AC agar tetap awet dan dingin? Mudah kok, langusung saja, berikut cara merawat AC dengan efektif :
  
  • Bersihkan Saringan Udara. 

Cara Merawat AC


Dalam AC, saringan udara ( Filter) berfungsi untuk menyaring debu supaya tidak menempel dan menyumbat di permukaan Evaporator. Jika debu yang menempel pada saringan tidak dibersihkan. Maka, debu tersebut akan menyumbat sehingga udara yang bisa melewati saringan menjadi berkurang dan akhirnya menyebabkan AC anda menjadi kurang dingin.

Pada umumnya, saat keadaan seperti ini terjadi, pengguna yang “kurang mengetahui” cenderung akan menyetting suhu pengaturan pada Thermostat yang sebetulnya adalah sia-sia.

Kondisi yang kotor membuat sebagian debu masuk dan tersedot kedalam Evaporator, kemudian akan menyumbat celah pada Evaporator, menutup permukaannya dan akhirnya menempel pada kipas pendingin. Hal tersebut pastinya akan menambah beban pada kinerja AC.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk membersihkan saringan udara pada AC . Anda tidak perlu menunggu sampai 1 bulan sekali, atau bahkan menunggu sampi rusak. Paling tidak, 1 atau 2 minggu sekali, bersihkan saringan udara AC anda.

  • Membersihkan Evaporator.



Untuk membersihkan Evaporator. Anda dapat menggunakan mesin penyedot debu portable. Ketika membersihkannya, usahakan jangan sampai menekan sirip Evaporator. Anda cukup mengarahkan Vacum Cleaner ke arah Evaporator, lalu lakukan secara bolak balik untuk menyedot debu yang masuk pada celah Evaporator.


  •  Membersihkan Kipas ( Outdoor ).



Kipas AC juga harus sering dibersihkan dari debu-debu yang menempel. Hal tersebut akan membuat sirkulasi udara pada AC menjadi lebih baik dan juga kinerja AC  akan menjadi lebih efektif,  AC  awet dan tetap dingin. Selain itu akan membuat kinerja kipas menjadi maksimal karena tidak ada kotoran atau debu yang menempel.


  •  Jangan Mengatur Suhu Thermostat Terlalu Rendah.



Thermostat  pada AC memiliki fungsi untuk melindungi dan mencehah ruangan supaya berrsuhu tidak terlalu dingin. Selain itu, Thermostat  juga berfungsi untuk melindungi AC supaya tidak bekerja berlebihan, terlebih di bagian Compressor.

Jadi, ketika remote di setting pada suhu 18 derajat, maka sebenarnya AC diperintahkan untuk bekerja terus menerus dan tidak boleh berhenti sampai suhu dalam ruangan tersebut mencapai 18 derajat.

Terutama pada waktu siang hari, suhu tersebut sebetulnya cukup sulit untuk dicapai. Hal ini berakibat, AC menjadi kelebihan beban dan mengalami kerja yang terlalu berlebihan dalam selang waktu yang cukup lama.

Dalam hal ini, kita sering beranggapan bagwa mengatur suhu sampai 18 derajat akan membuat suhu dalam ruangan tersebut menjadi lebih cepat dingin, padahal hal tersebut tidaklah benar.

Pengaturan yang demikian tidak akan membuat suhu menjadi lebih cepat dingin. Pengaturan yang demikian hanya menentukan target suhu yang ingin dicapai tanpa mempercepat suhu dalam ruangan menjadi lebih dingin.

Demikian lah cara merawat AC agar selalu awet dan dingin. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Jika anda kesulitan atau tidak memiliki waktu luang untuk merawat AC anda, anda bisa menghubungi kami




Ciri - Ciri AC kekurangan Freon

Ciri - Ciri AC Kekurangan Freon

Dewasa ini banyak pengguna ac yang belum tau ciri ciri AC kekurangan freon atau tidak? Apakah ac yang kekurangan freon bisa merusak kompresor?



Sebetulnya sangat simple unuk kita tahu ciri ciri AC kekurangan freon atau tidak. Orang yang tidak tau sama sekali cara kerja ac bisa mengetahui ciri ciri AC kekurangan Freon. Akan tetatapi tidak semua ciri ciri tersebut  semua akurat. Karena ada beberapa komponen AC maupun kerusakan AC  yang menyerupai AC kekurangan gas freon.

Langsung saja, berikut langkah langkah yang perlu anda lakukan untuk mengetahui ciri ciri AC kekurangan Freon :
  1. Pipa  AC terasa tidak dingin.
  2. Pipa  AC mengeluarkan bunga es.
  3. AC berasa tidak dingin.
  4. Evaporator AC  menggumpal es.
  5. Evaporator bocor air.
  6. Udara yang keluar dari outdoor tidak terasa panas.
  7. Indikator lampu timer selalu berkedip.


Penjelasan dari ciri ciri AC kekurangan freon dan cara mengatasinya adalah :
  1. Pipa  AC terasa tidak dingin, disini yang anda bisa lakukan adalah dengan cara memegang kedua pipa AC pada outdoor, apakah kurang dingin atau hanya pipa kecil yang terasa dingin
  2. Pipa AC mengeluarkan bunga es adalah hal yang paling menonjol tanpa harus di pegang . karena kita sudah tau apabila pipa AC mengeluarkan es. Hal ini paling lazim dan banyak orang tau.
  3. AC berasa tidak dingin dan hanya mengeluarkan udara biasa. Dalam hal ini mengakibatkan udara didalam ruangan menjadi panas.
  4.  Evaporator menggumpal es dan bocor air, Karena semua tertutup ac sehingga pada bodi indoor AC terjadi kondensasi dan akhirnya mengakibatkan Bovor air.
  5. Udara yang berhembus dari outdoor tidak terasa panas? Hal ini dikarenakan kompresor tidak bekerja secara normnal.
  6.  Indikator lampu timer selalu berkedip? Dikarenakan sensor udara pada indoor tidak mendapatkan suhu dingin dan berakibat pada kompresor yang tidak bekerja.


Nah, Begitulah cara mengetahui ciri ciri AC yang kekurangan freon. Dan yang perlu anda lakukn agar freon ac bisa bertahan lama, anda harus melakukan perawatan AC secara berkala, dan service ac setiap 3 bulan sekali secara rutin.


Untuk service dan keluhan lain, anda bisa menghubungi kami Disini

Mengenal Bagian Pada AC Split.


Pada topik kali ini, saya akan membahas tentang  “Mengenal Bagian Pada AC Split” . Dewasa ini orang hanya tau dah hafal bagian AC adalah unit indor, outdoor, remote dan bagian umum lainnya. Padahal jika suatu saat terjadi kerusakan ,  akan lebih mudah jika kita mengenal bagian pada AC split. Alasannya? Jika kita tau, kita hanya perlu mengganti dan memanggil teknisi untuk menggantinya, dan lebih tepat tanpa adanya teknisi “nakal”  yang membuat-buat kerusakan.

Nah , langsung saja kita bahas topik kali ini, yakni mengenal bagian pada AC split :

1.       Kompresor
Kompresor merupakan bagian yang berperan penting dalam mesin pendingin, kompresor menekan bahan pendingin kesemua bagian dari sistem. Pada sistem refrigasi, kompresor bekerja membuat perbedaan tekanan pada masing-masing bagian.

Kompresor

Karena adanya perbedaan antara sisi tekanan tinggi dan tekanan rendah, maka pendingin cair dapat melalui alat pengukur aliran ke evaporator.

Fungsi dari kompresor sendiri adalah menghisap gas refrigerant dari evaporator yang bertekanan dan bertemperatur rendah. Kemudian memampatkan gas tersebut menjadi gas yang bertekanan dan bertemperatur tinggi.

2.       Kondensor
Kondensor adalah alat untuk membuat kondensasai bahan pendingin gas dari kompresor dengan suhu tinggi dan tekanan tinggi. Untuk penempatannya sendiri, kondensor ditempatkan dibagian luar ruangan yang sedang didinginkan, agar dapet membuang udara panas keluar.

Kondensor merupakan jaringan pipa yang berfungsi sebagai pengembunan. Refrigerant yang dipompakan dari kompresor akan mengalami penekanan, sehingga mengalir ke pipa kondensor, dan mengalami pengembunan.

Dari sini refrigerant yang sudah mengembun dan atau sudah menjadi zat cair, akan mengalir menuju pipa evaporator.

3.       Evaporator
Evaporator merupakan jaringan pipa yang berfungsi sebagai tempat penguapan. Zat cair yang berasal dari pipa kondensor, akan masuk ke evaporator. Kemudian berubah wujud menjadi gas dingin karena telah mengalami penguapan.



Selanjutnya, udara tersebut mampu menyerap kondisi yang ada didalam ruangan mesin pendingin. Kemudian gas yang ada didalama evaporator akan mengalir menuju kompresor karena terkena tenaga hisapan.

4.       Pengering
Pengering Terdiri dari sebuah silinder yang berisi desikan. Desikan tersebut dibungkus dengan maksud mempermudah saat penggantiannya. Fungsi lain dari pembungkus desikan adalah agar serbuk desikan yang halus, tidak keluar dari pengering dan ikut larut bersama refrigerant.

Sedangkan pengering sendiri memiliki fungsi untuk menghilangkan uap air dari refrigerant.

5.       Pipa Kapiler atau Ekspansi
Pipa kapiler adalah suatu pipa yang terdapat pada mesin pendingin . Pipa kapiler mempunyai diameter paling kecil dibanding pipa-pipa lainnya.



Biasanya pipa kapiler ini memiliki ukuran diamerter 0,8 -2,0 mm. Dengan panjang kurang lebih 1 meter. Permasalahan yang sering timbul pada pipa kapiler ini adalah karena kebocoran atau tersumbat. Pipa kapiler ini berfungsi untuk menurunkan tekanan sekaligus mengatur cairan refrigerant yang mengalir ke pipa kapiler.



Sebelum gas mengalir ke pipa kapiler harus melalui alat yang disebut dried stainer atau saringan.


Sedangkan ekspansi berfungsi sama seperti layaknya pipa kapiler. Ekspansi disini sebagai pengontrol refrigerant yang mengalir dari pipa ke pipa lainnya.

sekian artikel saya mengenai " Mengenal Bagian pipa pada AC split"

> SUMBER <


CARA KERJA DAN PRINSIP KERJA AC (AIR CONDITIONER)


   Selamat siang kawan berkah, kali ini saya akan memberi tau, bagaimana prinsip kerja pada Air Conditioner (Red:AC). 

    Penahkah anda merasa sejuk,  nyaman disertai hawa dingin ketika berada dalam suatu ruangan? Seperti Mall, Rumah sakit, Bank, dsb. Dan ketika anda keluar dari ruangan tersebut hawanya terasa jelas berbeda bukan? Itu semua tidak lepas dari peranan AC / Air Conditioner, terutama bagi anda yang tinggal di kota kota besar.

   AC merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengkondisikan udara didalam ruangan. Maksud dari mengkondisikan? Kurang lebih kita bisa mengatur suhu di ruangan tersebut sesuai kehendak kita.
Apakah anda tau bagaimana kinerja dari AC  tersebut? Yahh, kurang lebih seperti cara kerja lemari es di rumah anda.

Secara Umum, prinsip kerja AC adalah sebagai berikut :

1. Udara di Dalam ruangan dihisap oleh kipas sentrifugal didala m evaporator dan udara bersentuhan dengan pipa coil yang berisi cairan referigerant. Nah, Refrigerant ini akan menyerap panas udara dan refrigerant  akan menguap kemudian dikumpulkan dalam penampung uap.

2. Kemudian tekanan Uap yang berasal dari evaporator disirkulasikan menuju kondensor, selama proses kompresi berlangsung, temperatur dan tekanan uap refrigerant menjadi naik dan ditekan masuk kedalam kondensor.

3. Untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant yang bertekanan tinggi, digunakan katup ekspansi untuk mengatur laju aliran refrigerant yang masuk kedalam evaporator.

4. Pada saat udara keluar dari kondensor, udara menjadi panas. Uap refrigerant memberikan panas kepada udara pendingin dalam condensor menjadi embun pada pipa kapiler. Dalam mengeluarkan panas pada condensor, dibantu oleh kipas propeller.

5. Pada sirkulasi Udara dingin terus menerus dalam ruangan, maka perlu adanya thermostat untuk mengatur suhu dalam ruangan atau sesuai keinginan.

6. Udara didalam ruangan menjadi lebih dingin dibanding diluar ruangan, sebab udara didalam ruangan telah dihisap oleh sentrifugal yang terdapat pada evaporator, kemudian udara bersentuhan dengan pipa/coil evaporator yang didalamnya terdapat freon. Disini terjadi perpindahan panas sehingga suhu dalam ruangan relatif lebih dingin dari pada sebelumnya.

7. Mengapa suhu diluar ruangan lebih panas dari pada didalam ruangan? Sebab udara didalam ruangan yang dihisap oleh kipas sentrifugal dan bersentuhan dengan Evaporator dengan dibantu komponen lainnya dikeluarkan oleh kipas udara kondensor.

8. Gas refrigerant bersuhu tinggi saat akhir kompresi dikondensor , dengan mudah dicairkan dengan udara pendingin pada sistem air cooled atau uap refrigerant.

9. Udara dingin menyerap panas dari refrigerant, maaka air atau udara tersebut menjadi panas pada waktu keluar dari kondensor. Uap refrigerant yang sudah cair ini, kemudian dialirkan ke dalam pipa evaporator melalui katup ekspansi. Kejadian ini akan terulang kembali seperti dia tas.

Alat pada AC itu sendiri terdiri dari :
Pipa kompresor.
Evaporator.
Penukar panas
Dan katup penuaian.
Dll.

Dan sebagai cairan yang bersifat  sebagai penghantar dari kalor yang terdapat pada udara adalah freon (CCI2F2).

   Pompa dijalankan oleh motor listrik pada kompresor, sehingga menarik uap frepn yang keluar dari pembeku, menaikkan tekanannya dan meneruskannyake penukar pasa pada tekanan tinggi. Sekarang suhu uap freon menjadi lebih besar daripada udara di sekitar penukar pans, sehingga uap freon akan melepaskan kalornya ke udara sekitarnya dan uap freon mengembun menjadi cair.

   Bukti dari pelepasan kalor ke udara disekitarnya adalah ketika anda mendekatkan tangan anda ke sirip sirip penukar panas pada bagian outdoor AC. 

   Freon cair yang keluar dari kondensor menuju katup pemuaian. Disini, freon cair memuai dan kelajuan pemuaiannya diatur oleh katup pemuaian. Akibat pemuaian, freon cair akan menyerap kalor dari udara yang ada di dalam AC, sehingga udara tersebut mendingin, sedangkan freon cair akan menguap. Uap freon yang keluar dari pembeku kemudian ditarik oleh pompa kompresor untuk mengulangi siklus berikutnya.

   Proses tersebut berjalan berulang-ulang sehingga menjadi suatu siklus yang disebut siklus pendinginan pada udara yang berfungsi mengambil kalor dari udara dan membebaskan kalor ini ke tempat lain semisal di luar ruangan.

   Untuk cara kerjanya sendiri, pada saat pertama kali AC dinyalakan melalui remote diruangan yang sepi, anda akan mendengar 1 kali bunyi “tek”. Bunyi tersebut menandakan bahwa kompresor mulai bekerja, memompa gas freon dari unit outdoor ke unit evaporator di Indoor untuk kemudian disembur angin oleh kipas kedalam ruangan. Kemudian komputer di unit Indoor AC akan memberi tau sensor Thermostat di unit indoor agar suhu ruangan tersebut dapat sama dengan suhu yang tertera di remote AC.

   Apabila contoh suhu di remote disetel pada 24 derajat, dan suhu ruangan sudah mencapai 24 derajat maka akan terdengar lagi bunyi “tek” dimana kompresor AC akan mati dan AC diruangan hanya akan menyemburkan angin saja karena gas freon tidak lagi dipompa dari unit Outdoor ke unit Indoor. Nah, pada kondisi ini, pemakaian listrik yang akan menjadi sangat kecil karena praktis listrik yang dibutuhkan hanya untuk kipas/fan, thermostat, dan lampu lampu pada unit Indoor AC.

   Kemudian pada saat suhu ruangan naik menjadi 25.1 (dua puluh lima koma satu) derajat, kompressor akan kembali menyala dimana anda akan mendengar lagi bunyi “tek”. Hal ini akan terjadi berulang-ulang selama AC dinyalakan.
Kondisi kompressor AC yang menyala dan mati ini hanya dapat terjadi pada saat suhu remote tercapai. Oleh sebab itu, sebaiknya anda tidak menyetel suhu remote AC di 16 derajat. Karena ruangan anda tidak akan mencapai suhu 16 derajat.

   Ada baiknya agar anda selalu memasang suhu remote di minimal 22-23 derajat, dimana kondisi ruangan di suhu ini masih ada kemungkinan tercapai pada dini hari atau subuh sekitar pukul 03.00 atau 04.00. Hal ini akan berdampak langsung pada tagihan listrik anda per bulan. semakin sering kompressor AC dapat beristirahat, semakin hemat jugalah pemakaian listrik di rumah anda.