Tampilkan postingan dengan label Pasang AC Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasang AC Jogja. Tampilkan semua postingan

Cara Mengetahui Ukuran AC

"Bagaimana cara mengetahui ukuran AC ?"



Seringkali kita sebagai pembeli  ingin memastikan  AC yang dibeli sesuai dengan kapasitas PK yang di inginkan. Biasanya para pembeli percaya begitu saja dengan penjual. Walaupun begitu terkadang masih ada rasa penasaran atau keingintahuan bagaimana cara penjual membedakan ukuran PK pada AC.

Hal ini terbukti ketika ada teknisi AC datang kerumah, pertanyaan yang sering dilontarkan adalah “Itu ACnya berapa PK mas?”. Itu tanda pembeli masih betul-betul kurang yakin dengan ACnya..

Setiap kemasan produk tentunya memberikan beberapa informasi tentang produk yang ada didalamnya. Seperti halnya  pembungkus makanan, kita disuguhkan beberapa informasi tentang produk yang ada didalamnya. Dari label yang ada, kita mengetahui gambaran rasa dari makanan tersebut tanpa membuka dan mencicipinya.

Begitu pula dengan AC, produsen sudah memberikan informasi pada label tersebut. Kalau kita mencari ukuran PK pada  AC memang tidak ada, karena sebenarnya satuan daya pendingin adalah BTU/hr (British Thermal Unit/hour). Tetapi kebanyakan masyrakat lebih familiar menyebutnya dengan PK..

Nah disini kita akan membahas cara megetahui PK AC berdasarkan BTU :

± 5.000 BTU/hr   : ½ Pk
± 7.000 BTU/hr   : ¾ PK
± 9.000 BTU/hr   : 1 PK
± 12.000 BTU/hr : 1,5 PK
± 18.000 BTU/hr : 2 PK
± 24.000 BTU/hr : 2,5 PK

Jika anda menemukan BTU yang seperti 4.500 BTU bisa dibilang AC ini ½ Pk Low watt


Kelengkapan informasi mengenai AC biasanya ada pada unitnya. Bisa pada unit Indoor atau Outdoor, termasuk tentang besaran beban daya listrik yang akan diserap oleh AC anda.

Sekian sedikit penjelasan dari saya kali ini, semoga bermanfaat untuk anda. Jika anda butuh jasa service AC yang berpengalaman, profesional, jujur dan bertanggung jawab hubungi kami di Service AC Jogja.

Resiko Bagi Kesehatan Jika Tidak Merawat AC

Resiko Bagi Kesehatan Jika Tidak Merawat AC- Menunggu hingga AC rusak, tidak dingin,air menetes dari Indoor sebelum melakukan service, adalah kemungkinan terbesar kesalahan yang akan membahayakan kesehatan anda. Seperti alat elektronik lain, AC juga membutuhkan perawatan yang teratur untuk mendapatkan peralatan yang awet dan berkualitas, serta untuk menghemat pengeluaran biaya.

Asma, penyakit kulit, sinusitis adalah beberapa penyakit yang dapat membahayakan anda. Jika anda tidak sering membersihkan AC atau  melakukan Service AC secara berkala. Untuk menghindari penyakit tersebut merupakan hal yang mutlak bagi anda untuk merawat AC. PerawatanAC secara berkala dapat  mengurangi bahkan menghilangkan resiko penyakit tersebut untuk anda dan keluarga anda. Inilah beberapa resiko bagi kesehatan jika tidak merawat AC :

  • Jamur dan Bakteri.


AC yang tidak diservice secara teratur memilliki kesempatan yang tinggi menjadi tempat berkumpulnya jamur, bakteri dan mikro organisme lainnya yang sangat tidak baik bagi kesehatan.

Bagian dalam AC yang terlalu lembab dapat memicu munculnya jamur dan lumut, karena sistem pendinginan AC mengeluarkan banyak sekali kelembapann dan kondensasi udara yang seharusnya secara teratur dibersihkan dan dibuang untuk dapa mengeluarkan udara yang bersih.

  • Sakit kepala.


Sering  merasa sakit kepala yang berlebih ketika sedang bekerja diruangan ber AC? Kenapa hal itu bisa terjadi? AC yang tidak diservice secara teratur akan memiliki mesin yang lebih berisik.

Selain itu, kualitas udara yang diproduksi AC pun semakin rendah dan bunyi kipas AC yang berputar menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif, tentunya akan mengganggu kinerja anda. AC yang diservice dengan baik selain mengeluarkan suara yang lembut akan menghasilkan udara yang bersih, dingin dan nyaman.

  • Munculnya Karat Pada Besi AC.


Bagian dalam AC yang selalu tepapar Freon dan  kondensasi udara dingin  dapat menyebabkan munculnya karat di besi yang tedapat pada AC. Apabila partikel karat tersebut ikut terhembus udara, maka kesempatan anda untuk menghirup partikel tersebut akan sangat tinggi. Dari sisi kesehatan, apabila badan anda menyerap partikel karat, anda dapat terkena gangguan pada paru-paru, tenggorokan dan hidung.

  • Pernafasan Terganggu.


AC yang secara teratur tidak dibersihkan memiliki  filter udara yang kotor. Oleh karena itu, udara yang  diproduksi, AC akan mengandung debu dan sirkulasi udara yang tidak baik. Apabila udara tidak bersirkulasi dengan baik, maka kandungan CO2 diruangan akan bertambah dan pernafasan anda akan terhambat. Selain itu,  debu yang terakumulasi dan terhembus bersama udara akan masuk kedalam paru-paru dan beresiko terkena penyakit seperti Asma dan TBC.

  • Memperparah Penyakit yang Sudah Ada.


Setelah membaca beberapa resiko kesehatan di atas, Anda semakin paham bahwa jamur, karat, dan debu yang terakumulasi akan tersebar ke seluruh ruangan apabila Anda tidak melakukan perawatan AC.

Udara yang buruk berpotensi menyebabkan penyakit-penyakit seperti gangguan pernafasan, asma dan TBC. Namun bagaimana dengan Anda yang sudah memiliki riwayat penyakit tersebut? Dengan tidak melakukan perawatan AC secara rutin, Anda dapat memperburuk kondisi kesehatan dengan terus terpapar udara AC yang tidak sehat.

Tenggorokan dan paru-paru Anda dapat tersumbat karena debu dan karat, sedangkan apabila Anda memiliki badan yang daya tahannya lemah, badan Anda akan lebih mudah untuk terkena penyakit.



Sekian penjelasan kami dalam artikel ini, mencari jasa service AC terpercaya bukanlah hal yang mudah, terutama anda belum mengetahui kualitas dan pengalaman teknisi tersebut. Hubungi kami di Service AC Jogja , percayakan masalah AC anda pada kami. 
Kejujuran yang kami utamakan. Kualitas prioritas kami demi mencapai kepuasan pelanggan yang maksimal. 

Kenapa AC Membeku?

"Kenapa AC membeku?


Pipa Outdoor

Evaporator


Anda mungkin berfikir ketika melihat bunga es di pipa AC adalah hal yang wajar, AC mengeluarkan hawa dingin, jadi wajar kalo membeku seperti kulkas atau freezer. Itu pemikiran yang salah, padahal ketika adanyaa bunga es di pipa, udara yang dikeluarkan unit Indoor akan menjadi tidak dingin atau kurang dingin.

Bunga ES, Freon dan Kotor.
Munculnya bunga es pada pipa AC, pada umumnya karena kurangnya tekanan didalam system akibat adanya kebocoran. Kebocoran bisa terjadi apabila pipa instalasi maupun pada unit Indoor ataupun Outdoor sehingga tekanan Freon berkurang. Kebocoran yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti :
  1. Instalasi pemipaan
  2. Usia pipa maupun unit
  3. Faktor kotoran yang melekat pada unit

Tekanan normal pada system AC split adalah 65-80 Psi. Jika terjadi kebocoran maka tekanan akan kurang dari70Psi. Bunga es akan muncul saat tekanan dibawah 45Psi.

Jika bunga es muncul pada unit Indoor (Evaporator) namun blower tetap berputar normal, kemungkinan besar disebabkan karena kotoran yang menempel pada pipa Indoor dan juga kemungkinan lainnya karena adannya kebocoran system sehingga tekanan Freon berkurang.

Jadi munculnya bunga es pada pipa umumnya disebabkan oleh :
  1. Adanya kebocoran Freon.
  2. Indoor maupun Outdoor yang sudah kotor.
  3. Kipas blower pada unit Indoor tidak berfungsi sehinggga menyebabkan pipa AC  membeku karena Freon yang sudah terkompresi tidak dapat menyerap panas.


Bunga Es Indikasi Kebocoran Freon AC
Pada umumnya bunga es yang paling banyak terjadi adalah karena kebocoran Freon. Ciri-cirinya adalah munculnya bunga es pada pipa dekat Outdoor (Dekat pipa sambungan dengan Outdoor). Hal ini disebabkan karena adanya kebocoran Freon di instalasi pipa. Bisa jadi karena Flaring pipa yang kurang rapi, pemutaran baut yang kurang baik, pentil yang kurang baik maupun pipa yang korosi.

Penanganan Bunga Es yang Terjadi pada Pipa AC.
Jadi ciri-ciri kebocoran Freon AC di pipa adalah munculnya bunga Es pada pipa dekat sambungaan Outdoor. Untuk mengatasihal tersebut adalah dengan memperbaiki kebocoran terlebih dahulu, baru kemudian lakukan pemvakuman, baru mengisi Freon AC kembali.

Jika anda mengalami hal tersebut dan membutuhkan  teknisi, kami siap melayani anda.
Hubungi kami di Service AC Jogja.

Penyebab AC Mati Mendadak

Ketika menyalakan AC, secara tiba tiba AC anda mati sendiri, dinyalakan lagi kemudian mati lagi begitu seterusnya. Mungkin kejadian AC tiba tiba mati sudah pernah terjadi pada anda.

Kok bisa? Penyebabnya apa? Kenapa bisa terjadi? Padahal saya menggunakan AC seperti biasa... kira kira itulah yang ada di pikiran anda.

Lalu apa yang teknisi lakukan untuk memperbaikinya? Bagaimana mereka tau kerusakan terletak dibagian mana? Mari kita bahas secara detail untuk permasalahan ini.

Permasalahan Komponen Elektronik AC
Komponen elektronik pada AC berfungsi untuk mengatur kerja dari Indoor unit yang meliputi pengaturan suhu, pengaturan power (On-Off), pengaturan aliran udara, pengaturan Timer(waktu) dan pengaturan otomatis lainnya.

Pengaturan yang berkaitan dengaan AC mati secara mendadak ada pada komponen berikut :

Thermistor


Thermistor adalah sensor yang mengatur suhu ruangan. Jika suhu dalam ruangan  sudah tercapai secara maksimal, maka Thermistor akan mengatur agar kompresor berhenti bekerja. Secara otomatis unit Outdoor akan diperintahkan untuk Off oleh system.

Kerusakan pada Thermistor biasanya ditandai oleh AC yang tidak bisa diremote dan AC mati secara mendadak. Jadi jika hal ini terjadi maka thermistor tidak berfungsi dengan baik.

Kasus lainnya jika AC  setelah dicuci tidak bisa dinyalakan dengan remote, kemungkinan thermistornya terkena air. Hal ini biasanya diatasi oleh teknisi AC dengan cara membersihkan atau “sedikit  memanaskan” thermistor tersebut.


Modul Elektronik



Voltage atau tegangan listrik yang tidak sesuai dengan voltage yang diminta oleh unit AC untuk bekerja  dapat menyebabkan modul elektronik error. Jika terjadi kerusakan pada modul elektronik maka sebaiknya ganti modul sesuai spesifikasi dari AC tersebut, alternatif lainnya bisa menggunakan modul universal plus remote.  Kerusakan modul dapat juga terjadi karena ada jalur yang korsleting. Hal ini dapat diperbaiki dengan cara memperbaiki jalur PCB yang rusak.

Switch

Switch  atau tombol power atau tombol on-off berfungsi sebagai saklar untuk menyalakan dan mematikan unit AC. Jika kerusakan pada terjadi, maka Switch akan di solder. Namun jika masih belum bisa dinyalakan maka akan diganti dengan yang baru.

Timer



Timer memiliki fungsi untuk mengatur kapan AC harus menyala dan kapan akan mati. Kerusakan yang terjadi pada timer umumnya karena pengaturan timer masih aktif. Atur kembali(setting)  melalui remote control agar timernya dalam kondisi mati.

Permasalahan Kompresor



Permasalahan yang lebih besar adalah saat AC dinyalakan dalam waktu kurang dari 10 menit AC  tiba tiba mati dan ketika dinyalakan lagi akan mati lagi  ( AC bekerja dalam waktu singkat). Hal ini disebabkan karena kinerja dari kompresor sudah tidak maksimal sehingga konsumsi daya listrik menjadi lebih tinggi.  Biasanya hasil penunjukan dengan tang ampere menunjukan arus yang tinggi dan kadang kala disertai listrik turun.
Cara mengatasi AC  mati mendadak ini adalah dengan melakukan perbaikan kompresor. Namun jika AC mati total maka perlu analisa lebih lanjut mengenai kompresornya dan modul elektroniknya.


Kesimpulannya jangan panik  jika hal seperti ini terjadi, pertama cek timer kemudian saklar on-off. Jika tidak berhasil maka panggilkan teknisi AC berpengalaman, atau anda orang jogja dan sekitarnya? anda bisa menghubungi kami di Service AC Jogja

AC Inverter




Pada artikel sebelumnya kita membahas tentang  Peralatan yang Harus dimiliki  oleh Service AC,  pada kali ini saya akan membahas sedikit tentang apa itu AC Inverter.

Apa itu AC Inverter?
Inverter adalah perubahan arus listrik DC (listrik searah) menjadi arus listrik AC.
Dalam kinerjanya,  Inverter bertugas mengatur kecepatan motor dari kompresor untuk menghasilkan suhu yang di inginkan. Berbeda halnya dengan non-Inverter, kompresor hidup jika suhu udara  suatu ruangan lebih panas dan kompresor akan mati jiika suhu ruangan lebih dingin.

Kelebihan AC  Inverter :
  • Hemat listrik untuk jangka penggunaan yang lama.
  • Mengurangi beban saat AC dinyalakan.
  • Fluktuasi temperatur hampir tidak terjadi.
  • Udara dingin yang di hasilkan lebih nyaman.
  • Suara kompresor yang halus tidak terlalu menganggu lingkungan.
  • Freon yang digunakan ramah lingkungan dan rekomendasi dari  pemerintah untuk saat ini (R410A).


Kekurangan AC Inverter :
  • Harga relatif lebih mahal.
  • Biaya perawataan mahal.
  • Tidak ada prosses idle atau standby sehingga kompresor bekerja terus.
  • Lebih lambat dalam mencapai suhu ruangan yang di inginkan.
  • Harga sparepart dan freon mahal.


Demikian sedikit pembahasan tentang AC Inverter, kesimpulannya semua tergantung  anda.
Anda bisa memilih AC Inverter jika ruangan tertutup, tidak ingin cepat dingin, dan hemat listrik.

Jika anda sudah  menggunakan AC non-Inverter dan ingin berganti dengan AC Inverter, mau tidak mau anda juga harus membongkar pipa dan mengganti dengan yang lebih tebal. Tekanan yang dihasilkan oleh freon R410A termasuk besar.

Semoga artikel ini membantu sebelum anda membeli atau berganti menjadi AC Inverter.
Terima kasih.



Ciri - Ciri AC kekurangan Freon

Ciri - Ciri AC Kekurangan Freon

Dewasa ini banyak pengguna ac yang belum tau ciri ciri AC kekurangan freon atau tidak? Apakah ac yang kekurangan freon bisa merusak kompresor?



Sebetulnya sangat simple unuk kita tahu ciri ciri AC kekurangan freon atau tidak. Orang yang tidak tau sama sekali cara kerja ac bisa mengetahui ciri ciri AC kekurangan Freon. Akan tetatapi tidak semua ciri ciri tersebut  semua akurat. Karena ada beberapa komponen AC maupun kerusakan AC  yang menyerupai AC kekurangan gas freon.

Langsung saja, berikut langkah langkah yang perlu anda lakukan untuk mengetahui ciri ciri AC kekurangan Freon :
  1. Pipa  AC terasa tidak dingin.
  2. Pipa  AC mengeluarkan bunga es.
  3. AC berasa tidak dingin.
  4. Evaporator AC  menggumpal es.
  5. Evaporator bocor air.
  6. Udara yang keluar dari outdoor tidak terasa panas.
  7. Indikator lampu timer selalu berkedip.


Penjelasan dari ciri ciri AC kekurangan freon dan cara mengatasinya adalah :
  1. Pipa  AC terasa tidak dingin, disini yang anda bisa lakukan adalah dengan cara memegang kedua pipa AC pada outdoor, apakah kurang dingin atau hanya pipa kecil yang terasa dingin
  2. Pipa AC mengeluarkan bunga es adalah hal yang paling menonjol tanpa harus di pegang . karena kita sudah tau apabila pipa AC mengeluarkan es. Hal ini paling lazim dan banyak orang tau.
  3. AC berasa tidak dingin dan hanya mengeluarkan udara biasa. Dalam hal ini mengakibatkan udara didalam ruangan menjadi panas.
  4.  Evaporator menggumpal es dan bocor air, Karena semua tertutup ac sehingga pada bodi indoor AC terjadi kondensasi dan akhirnya mengakibatkan Bovor air.
  5. Udara yang berhembus dari outdoor tidak terasa panas? Hal ini dikarenakan kompresor tidak bekerja secara normnal.
  6.  Indikator lampu timer selalu berkedip? Dikarenakan sensor udara pada indoor tidak mendapatkan suhu dingin dan berakibat pada kompresor yang tidak bekerja.


Nah, Begitulah cara mengetahui ciri ciri AC yang kekurangan freon. Dan yang perlu anda lakukn agar freon ac bisa bertahan lama, anda harus melakukan perawatan AC secara berkala, dan service ac setiap 3 bulan sekali secara rutin.


Untuk service dan keluhan lain, anda bisa menghubungi kami Disini

PENYEBAB OUTDOOR AC MATI DAN AC JADI TIDAK DINGIN

Tahukan anda penyebab "Mengapa mesin outdoor / kompresor mati" yang tentunya membuat AC terasa panas dan tidak ada suhu dingin sama sekali.
Dalam artikel kali ini saya akan mencoba sedikit menerangkan mengapa mesin outdoor pada AC tidak menyala/mati,= berdasarkan dari penggalaman saya pribadi.
Mungkin ini pernah terjadi pada AC di tempat anda, Unit indoor nyala tapi kok tidak ada hawa dingin sama sekali ? tentunya ini akan membuat anda kesal, dan mungkin saja itu di sebabkan karena mesin kompresornya tidak berfungsi / tidak menyala.


Oke langsung saja kita simak " Penyebab outdoor AC mati atau tidak berfungsi" untuk menjawab rasa penasaran anda.

1.      Kapasitor Starting Lemah Atau Tidak Kuat Untuk Start Mesin.
Dalam sebuah kompresor di bawah 3 phase atau dalam ukuran 1/2 – 2 PK ada alat yang namanya kapasitor yang berfungsi untuk start mesin, biasanya ini di tandai dengan kipas outdoor nyala, tapi kompresor tidak nyala atau cuma berdengung saja.
2.      Thermise Otomatis Tidak Berfungsi.
Thermise ini terletak di dalam unit indoor AC yang berfungsi untuk mengatur kerja kompresor sesuai dengan suhu temoperatur yang ada pada display remote / sensor ac.
Apabila thermise ini tidak berfungsi maka unit indoor tidak akan bisa mengirim arus listrik ke kompresor yang tentunya akan membuat AC juga tidak dingin.
Dan biasanya di tandai dengan kipas dan outdoor tidak nyala barengan dengan kompresor mati.
3.      Overload Kompresor Putus Atau Rusak.
Sebuah mesin kompresor biasanya di lengkapi dengan alat yang namanya overload, overload ini berfungsi untuk memutuskan arus yang masuk ke kompresor apabila kompresor mengalami sangat panas karena ampare tinggi. Tapi ini jarang terjadi.
4.      Kompresor Terkena Tegangan Tinggi Atau Rendah.
Penyebab outdoor AC mati yang kelima adalah, kompresor biasanya memiliki voltase yaitu 220, apabila terjadi terjadi tegangan tinggi / rendah maka kompresor tidak akan bisa bekerja maximal dan tentu akan membuat AC tidak dingin, saya sarannya untuk memakai stabilizer untuk masalah ini.
5.      Ada Kabel Kiriman Dari Indoor Yang Putus.
Jangan lupa untuk mengecek kabel kiriman dari indoor barangkali ada kabel yang putus, atau ada sambungan kabel yang kurang kuat.
6.      Ampere Kompresor Tinggi Melebihi Batas Maximal.
Sebuah kompresor memiliki batas kekuatan (ampere), apabila ampere ini melebihi batas normal sebuah kompresor maka mesin akan mati.
Untuk cara mengatasinya mungkin anda sudah waktunya untuk ganti AC / kompresor yang baru. 
KESIMPULAN :
Jadi, semua penyebab kerusakan AC di atas merupakan masalah yang biasa di temui pada unit AC. Saran saya service AC Anda secara berkala agar kinerjanya tetap optimal, kenapa ?
Karena debu dan kotoran pada AC Indor maupun Outdoor akan menyebabkan terganggunya kefektifan kinerja AC itu sendiri



Sekian tentang artikel ini, untuk pertanyaan lebih lanjut silahkan komentar pada kolom yang disediakan.


Mengenal Jenis Refrigerant pada AC ( Freon )


Sebelum mulai membahas, saya ingin mengingatkan bahwa Freon R22, R32 dan R410A tidak kompatibel antara satu dengan yang lainnya, jadi Freon tidak boleh dicampur ataupun diganti jenisnya. Jadi apabila Freon habis karena faktor apapun tetap harus diisi ulang dengan Freon tipe bawaan dari AC, untuk mengganti Freon AC misal dari R22 ke R410A adalah dengan membeli AC baru yang sudah menggunakan Freon 410A.
Seperti peraturan pemerintah melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan ( 41/M-IND/PER/5/2014 ) , ( 40/M-DAG/PER/7/2014 ) dan ( 55/M-DAG/PER/9/ 2014 ) bahwa pada tahun 2015 akan mulai diberlakukan implementasi HPMP ( HCFC atau Hidrokloroflourokarbon dan Phase-Out Management Plan ). Pada peraturan tersebut dituliskan untuk mengapus HCFC-22 atau yang lebih dikenal dengan Freon R22 pada sektor refrigerasi Air Conditioner ( AC ). Syarat dan ketentuan Impor BPO ( Bahan Perusak Ozon ) dan larangan impor produk yang mengandung Refrigerant R22.
Semua pabrik AC di Indonesia DILARANG memproduksi, mengimport ataupun menjual produk AC yang masih menggunakan Refrigerant atau Freon R22 mulai Januari 2015. Namun pihak dealer atau toko AC masih boleh menjual semua stok produk mereka sampai habis. Sedangkan untuk keperluan Service dan Spare Part, Freon R22 masih boleh digunakan sampai tahun 2030, dimana pada tahun tersebut pemerintah sudah menetapkan penghapusan R22 di Indonesia.
Pada tahun 2014, AC yang beredar di Indonesia memakai 2 macam Freon, yaitu R22 dan R410A, untuk Freon R22 umumnya digunakan pada semua AC non-Inverter sedangkan untuk R410A digunakan pada tipe Inverter, kecuali Daikin yang memiliki Inverter dengan 2 tipe Freon tersebut.
Perbandingan tipe Freon Di Indonesia bisa dilihat pada data berikut
Jenis Freon
ODP
GWP
Cooling Index
Flamability
R22
0.05
1810
100
Tidak
R410A
0
2090
92
Tidak
R32
0
675
160
Rendah
R290
0
Kurang dari 3
83
Tinggi

Keterangan :
ODP                       : Ozone Depletion Potential  ( Potensi Perusakan Ozon )
GWP                      : Global Warming Potential ( Potensi Pemanasan Global )
Cooling Index         : Angka Index Dingin.
Flammability           : Tingklat mudah terbakarnya Freon.

Dari table diatas kita bisa melihat beberapa hal, seperti :
1.       Freon R32 lebih ramah lingkungan dibanding R410A sekalipun memiliki GWP yang jauh lebih rendah dibanding R22 dan R410A.
2.       Freon R32 Memiliki angka index dingin jauh lebih tinggi dibanding R22, jadi tidak perlu lagi komplain bahwa AC inverter lebih kurang dingin.
3.       Freon R32 memang memiliki potensi mudah terbakar dibanding lainnya, namun anda tidak perlu takut karena tidak akan membuat meledak AC anda bahkan ketika terjadi kebakaran.
4.       Freon R290 sebenarnya adalah yang paling ramah lingkungan, Namun karena angka Index dingin yang terlampau rendah dan tingkat mudah terbakar yang tinggi , Produsen AC seperti Daikin dan Panasonic memutuskan untuk tidak menggunakannya.
Jadi jangan salah membedakan atau sampai tertukar antara satu dengan yang lainnya.
Untuk jasa pengisian Freon bisa menghubungi kami di sini


Pemasangan AC MA Ali Maksum Jogja